Selasa, 06 Januari 2009

Apakah VIRUS itu??

Virus merupakan salah satu faktor penyebab penyakit, contohnya influenza dan flu burung. Namun, tahukah Anda mengenai virus-virus yang ada di sekitar Anda? Mari kita pelajari materi berikut.

1. Pengertian Virus
Virus sendiri mempunyai arti yaitu racun atau cairan beracun. Di dalam tubuh virus terdapat ADN/ARN. ADN = Asam Deoxyribose Nukleat, ARN= Asam Ribose Nukleat.

Virus bisa dikatakan makhluk hidup dan bisa juga dikatakan makhluk mati. Karena itu virus dinamakan juga Metafisik.

Virus bisa dikatakan makhluk hidup apabila:
1. Bahan dasarnya dari asam nukleat
2. Dapat bereproduksi
3. Dapat bergerak

Virus bisa dikatan makhluk mati apabila:
1. Berukuran 1
mµ atau lebih kecil dari 1 sel
2. Dapat dikristalkan atau dibekukan

2. Ciri-ciri Virus
1. Tersusun atas materi inti berupa asam nukleat yang diselubungi protein
2. Ukuran bervariasi (2-300) m
µ
3. Tidak dapat disaring dengan saringan terhalus (50-65)mµ, tetapi dapat disaring dengan
saringan ultra karena ukuran yang subrenik
4. Struktur non selluler, tubuh hanya tersusun atas bahan inti yaitu asam nukleat (DNA,RNA),
diselubungi dinding protein, dan tidak memiliki protoplasma
5. Bentuk beranekaragam yaitu batang/jarum, bola, kotak, seperti huruf T
6. Dapat dikristalkan
7. Tanda kehidupan yang dimiliki yaitu reproduksi secara proliferasi (duplikasi/replikasi DNA
dan sintesa zat)
8. Non aktif pada suhu tinggi (60
ºC)

3. Struktur Virus

Photobucket

Untuk mengetahui struktur virus secara umum kita gunakan bakteriofage (virus T), strukturnya terdiri dari:

a. Kepala
Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid. Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer.

b. Kapsid
Kapsid adalah selubung yang berupa protein. Kapsid terdiri atas kapsomer. Kapsid juga dapat terdiri atas protein monomer yang yang terdiri dari rantai polipeptida. Fungsi kapsid untuk memberi bentuk virus sekaligus sebagai pelindung virus dari kondisi lingkungan yang merugikan virus.

c. Isi tubuh
Bagian isi tersusun atas asam inti, yakni DNA saja atau RNA saja. Bagian isi disebut sebagai virion. DNA atau RNA merupakan materi genetik yang berisi kode-kode pembawa sifat virus. Berdasarkan isi yang dikandungnya, virus dapat dibedakan menjadi virus DNA (virus T, virus cacar) dan virus RNA (virus influenza, HIV, H5N1). Selain itu di dalam isi virus terdapat beberapa enzim.

d. Ekor
Ekor virus merupakan alat untuk menempel pada inangnya. Ekor virus terdiri atas tubus bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. Virus yang menginfeksi sel eukariotik tidak mempunyai ekor.

4. Reproduksi Virus
Cara reproduksi virus dikenal sebagai proliferasi yang terdiri dari:

a. Daur litik (litic cycle)
1. Fase Adsorbsi (fase penempelan)
Ditandai dengan melekatnya ekor virus pada sel bakteri. Setelah menempel virus mengeluarkan enzim lisoenzim (enzim penghancur) sehingga terbentuk lubang pada dinding bakteri untuk memasukkan asam inti virus.

2. Fase Injeksi (memasukkan asam inti)
Setelah terbentuk lubang pada sel bakteri maka virus akan memasukkan asam inti (DNA) ke dalam tubuh sel bakteri. Jadi kapsid virus tetap berada di luar sel bakteri dan berfungsi lagi.

3. Fase Sintesis (pembentukan)
DNA virus akan mempengaruhi DNA bakteri untuk mereplikasi bagian-bagian virus, sehingga terbentuklah bagian-bagian virus. Di dalam sel bakteri yang tidak berdaya itu disintesis virus dan protein yang dijadikan sebagai kapsid virus, dalam kendali DNA virus.

4. Fase Asemblin (perakitan)
Bagian-bagian virus yang telah terbentuk, oleh bakteri akan dirakit menjadi virus sempurna. Jumlah virus yang terbentuk sekitar 100-200 buah dalam satu daur litik.

5. Fase Litik (pemecahan sel inang)
Ketika perakitan selesai, maka virus akan menghancurkan dinding sel bakteri dengan enzim lisoenzim, akhirnya virus akan mencari inang baru.

b. Daur lisogenik (lisogenic cycle)
1. Fase Penggabungan
Dalam menyisip ke DNA bakteri DNA virus harus memutus DNA bakteri, kemudian DNA virus menyisip di antara benang DNA bakteri yang terputus tersebut. Dengan kata lain, di dalam DNA bakteri terkandung materi genetik virus.

2. Fase Pembelahan
Setelah menyisip DNA virus tidak aktif disebut profag. Kemudian DNA bakteri mereplikasi untuk melakukan pembelahan.

3. Fase Sintesis
DNA virus melakukan sintesis untuk membentuk bagian-bagian virus

4. Fase Perakitan
Setelah virus membentuk bagian-bagian virus, dan kemudian DNA masuk ke dalam akan membentuk virus baru

5. Fase Litik
Setelah perakitan selesai terjadilah lisis sel bakteri. Virus yang terlepas dari inang akan mencari inang baru

5. Bentuk dan Ukuran Virus
Pola struktur virus adalah helikal dan isometrik. Helikal akan tampak seperti batang dan tabung. Isometrik adalah bentuk yang tersusun dari banyak bidang simetri

6. Virus Pada Kehidupan

a. Virus yang menguntungkan, berfungsi untuk:
1. Membuat antitoksin
2. Melemahkan bakteri
3. Memproduksi vaksin
4. Menyerang pathogen

b. Virus yang merugikan, penyakit-penyakit yang disebabkan virus antara lain:

1.) Virus pada Manusia, misalnya:

  • Herpesvirus varicelae, penyakit penyebab penyakit cacar
  • Virus polio, penyebab penyakit poliometris
  • Virus influenza, penyebab penyakit influenza
  • Virus morbili, penyebab penyakit campak
  • Virus HIV, penyebab AIDS

2.) Virus pada Hewan, misalnya:

  • Virus rabies, penybab penyakit rabies
  • Virus NCD (NewCastle Disease), penyebab penyakit tetelo pada ayam
  • Virus cowpox, penyebab penyakit cacar pada sapi
  • Virus madcow, penybab penyakit sapi gila
  • Virus FMD (Foot & Mouth Disease), penyebab penyakit kuku dan mulut pada hewan ternak

3.) Virus pada Tumbuhan

  • Virus mozaik, menyerang tembakau, kentang, dan tomat
  • Virus tungro, menyerang padi
  • Citrus vein phloem degentrativ (CVPD), menyerang jeruk
  • Potato yellow mosaic virus, menyerang kentang
  • Beans yellow mosaic virus, menyerang buncis

Penulis: Irina Fardhani [24]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar